Sunday, 12 July 2020

Setelah Fajar Sebelum Senja

Pagiku yang cerah
Ku mulai dengan senyum terindah
Diantarkan orangtuaku
Ku langkahkan kaki menuju gerbang
Di dekat gerbang itu
Mereka telah menantiku
Bapak ibu guru kami memanggilnya
Senyum, sapa, salam
Itulah ilmu pertama yang ku dapat
Buku-buku tersebar di serambi
Seakan merayu ingin dibaca
Kawan-kawan berlarian di halaman
Memainkan sesuatu yang menarik
Tiba saatnya bel bernyanyi
Semua berlarian menuju surau
Kami awali dengan memohon kepada sang pencipta

Kala Itu

Mentari diufuk timur,
Telah menampakkan sinarnya
Semangat pagi telah terkumpul
Ku kayuh sepedaku
Bersama kawan-kawan menyusuri jalan
Hiruk pikuk kendaraan
Hamparan sawah dan perkampungan
Ku lewati dengan suka cita
Menuju tempat menimba ilmu
Setibanya di gerbang
Senyum bahagia saling bersahutan
Sapa salam riuh terdengar
Lorong sempit yang bersahabat dengan UKS
Anak tangga yang berbaris rapi
Tembok yang terdiam, terpukau menatap kami
Seakan iri dengan kebahagiaan kami
Namum bangga menjadi saksi
Saksi bisu bahagianya kami kala itu

Buku

Buku
Jembatan ilmu
Jembatan yang menyinari dunia
Buku
Jendela dunia
Berbagai ilmu pengetahuan ada di dalamnya
Ilmu yang berguna bagi pembacanya
Buku
Jika tiada engkau kelam hidupku
Jika tiada engkau rusak duniaku
Jika tiada ilmu pengetahuan,
Celaka hidupku
Buku
Rawatlah buku
Seperti enggkau menjaga orang kesayangan
Rawatlah buku hingga akhir hayatmu
Karena ilmu dari buku sangatlah berguna, dari masa ke masa

Tulus

Di antara tumpukan buku
Di balik meja kayu
Ada kepasrahan yang duduk menatap kecamasan
Kepada segelas teh coklat dihadapannya
Yang tampak serasi dengan warna kayu, meja, dan kursi
Jam dinding sudah jatuh di pukul 07.30 pagi
Dilangkahkannya kaki dan dipaksanya riang hati
Menuju ruang kelas yang tak jemu ia isi
Tentunya tak lupa pula, ia lepaskan beban hati,
Tentang bayi yang ditinggalkan, tentang piring dan baju kotor yang belum dicuci,
Tentang meteran listrik yang berbunyi, tentang gaji yang yang tak kunjung menemukan hari.

Friday, 10 July 2020

Sang merah putih

(karya:Rustam)

Puluhan tahun yang lalu ku menunggu
Banyak nyawa yang hilang melayang
Banyak penderitaan dimana mana
Tetesan darah sebagai saksi
Korban perjuangan untuk negri ini
Sang merah putih
Bendera negri ini
Bedera negara indonesia
Warnamu memiliki makna
Merah berarti berani
Putih berarti suci
Sang merah putih
Bangsa indonesia bangsa yang berani
Bangsa yang mempunyai cita cita tinggi
Untuk mewujudkan cita cita bangsa
Merah putih bendera negara indonesia
Kita hormati sepanjang masa
Bangga menjadi bangsa indonesia

Malam yang hening


(karya:Rustam)

Waktu mulai larut malam
Hembusan angin yang sepoi sepoi
Suara jangkrik terdengar jelas
Kunang kunang beterbangan menjadi cahaya keheningan
Malam yang hening
Kutatap malam yang sepi
Ku ukir indahnya malam
Ku tatap langit
Ku lihat bulan dan bintangSang merah putih
Betapa indah malam yg hening
Kau membuat pikiranku terbuka
Kau membuat jiwaku bergetar
Betapa besar kuasamu
Hanya syukur yang bisa ku ucapkan