Thursday, 26 April 2012

Mengenal Energi Panas

Pernahkah kamu melihat panas atau bunyi? Panas dan bunyi adalah sebuah energi. Oleh karena itu kita tidak dapat melihatnya. Energi hanya dapat dirasakan pengaruhnya. Kita menjemur pakaian setelah mencucinya. Tujuannya tentu supaya pakaian tersebut kering. Kita tidak bisa melihat energi panas yang mampu mengeringkan pakaian. Tapi kita dapat merasakan pengaruhnya, yaitu pakaian menjadi kering.
Kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan dari panas dan bunyi. Dalam bab ini kamu akan mempelajari berbagai sifat-sifat dari energi panas dan bunyi.

Coba kamu berdiri di halaman terbuka di siang hari yang cerah! Apa yang kamu rasakan? Tentu kamu akan merasakan panas. Panas tersebut berasal dari sinar matahari. Bagaimana panas matahari sampai ke bumi? 

Adakah sumber panas yang lain selain matahari? Temukan jawabannya dalam uraian berikut!
1. Sumber Energi Panas
Panas dihasilkan oleh sumber panas. Sumber energi panas adalah benda-benda yang dapat menimbulkan panas.
a. Gesekan dua benda
Orang yang kedinginan biasanya menggesek-gesekkan kedua tangannya. Dua telapak tangan yang digesekkan akan menghasilkan panas. Itu sebabnya, orang yang kedinginan akan merasa lebih hangat dengan menggesekkan kedua tangannya.




b. Api
Api adalah panas yang dapat kita rasakan. Api dapat menghasilkan cahaya yang dapat dilihat ketika sesuatu terbakar. Energi yang dihasilkan oleh api adalah panas. Zaman dahulu orang membuat api dengan menggosokkan benda yang dapat menghasilkan panas, misalnya batu. Lama-kelamaan dari kedua batu yang digesek-gesekkan terpecik api. Api digunakan untuk membakar dedaunan dan kayu kering. Sekarang, api dapat dihasilkan dari korek api atau kompor. Kegunaan api antara lain untuk:
1) menjalankan mesin,
2) membangkitkan tenaga listrik,
3) memusnahkan sampah, dan
4) mengubah makanan.
c. Matahari

Alam telah menyediakan sumber energi panas yang besar dan tidak akan habis, yaitu matahari. Matahari merupakan benda langit yang mempunyai cahaya sendiri. Tanpa matahari, tidak ada kehidupan di bumi. Matahari merupakan energi yang sangat penting karena dapat memberikan panas dan cahaya. Matahari mempunyai suhu yang sangat tinggi, mencapai 6.000 °C pada permukaannya dan 16 juta °C pada bagian dalam matahari.[1]

d. Listrik sebagai Sumber Energi
Di rumah-rumah yang sudah terpasang aliran listrik, energi panas banyak diperoleh melalui alat-alat listrik. Coba perhatikan alat-alat listrik berikut. Adakah di rumahmu? Untuk apa alat-alat tersebut?
Memperoleh energi panas dari listrik sangat praktis. Nasi dapat hangat terus jika disimpan di “Magic Jar”. Di Negara-negara  yang mengalami musim dingin, di rumah-rumah dipasang pemanas ruangan dari listrik, tungku pemanas dengan kayu bakar sudah jarang digunakan.[2]

2. Perpindahan Panas
Saat kamu berjalan di bawah terik matahari, apa yang kamu rasakan? Tentunya kamu akan merasakan tubuhmu menjadi sedikit hangat dan lama-kelamaan kepanasan. Hal tersebut membuktikan bahwa panas dapat berpindah. Panas dapat berpindah dengan tiga macam cara yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi.
a. Konduksi
Konduksi dapat terjadi apabila panas berpindah melalui zat perantara, sedangkan zat perantara tersebut tidak ikut berpindah. Misalnya saja apabila ujung sebuah besi didekatkan dengan api, maka ujung yang lain akan ikut terasa panas.


b. Konveksi
Konveksi terjadi apabila panas berpindah melalui zat perantara dengan diikuti perpindahan zat perantara tersebut. Hal ini dapat terjadi pada air yang direbus. Saat air direbus maka air bagian bawah akan panas terlebih dahulu, sehingga air akan bergerak ke atas. Dengan demikian air yang berada di atas akan terdorong bergerak ke bawah, begitu seterusnya. Akibatnya terjadilah gerakan air yang berputar naik turun. Selain hal tersebut konveksi juga dapat dirasakan dengan terjadinya angin darat dan angin laut.
c. Radiasi
Radiasi disebut juga perpindahan secara langsung. Hal ini karena panas yang berpindah secara radiasi dapat berpindah tanpa melalui zat perantara. Misalnya panas matahari yang kita rasakan dan panas api unggun.Perpindahan panas dapat dicegah. Misalnya dengan memasukkan air panas ke dalam termos. Air panas yang dimasukkan ke dalam wadah tertutup rapat, seperti termos dapat mengurangi perpindahan panas ke udara luar. Termos merupakanalat yang dapat mencegah terjadinya perpindahan panas. Air panas yang dimasukkan ke dalam termos dapat tetap panas untuk waktu yang lama. Demikian juga, air dingin yang dimasukkan ke dalam termos akan tetap dingin untuk waktu yang lama.



[1] Ikhwan S.D., Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 4, Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2009, hlm. 103

[2] Poppy K. Devi dan Sri Anggraeni, Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 4, Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2009, hlm. 132

0 komentar:

Post a Comment